Kita tidak perlu melihat jauh untuk menemukan persoalan.
Ia ada di lingkungan terdekat.
Anak-anak tumbuh tanpa edukasi pengelolaan sampah.
Budaya peduli lingkungan tidak pernah benar-benar ditanamkan. Akibatnya, masalah terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Masih ada warga yang kesulitan makan layak setiap pekan.
Bagi sebagian orang, satu kotak nasi adalah hal biasa. Bagi yang lain, itu adalah penentu hari bisa dilalui atau tidak.
Anak disabilitas yatim dhuafa minim akses pendampingan.
Bukan karena mereka tidak mampu. Tapi karena sistem belum memberi ruang yang cukup untuk mereka bertumbuh.
Keluarga prasejahtera tidak punya akses usaha produktif.
Bukan karena tidak mau bekerja. Tapi karena tidak punya modal, pendampingan, dan kesempatan.
Ini bukan cerita jauh.
Ini realitas yang terjadi di sekitar kita.
Rumah Bata Foundation tidak memilih diam.
Kami tidak menunggu perubahan.
Kami membangunnya.